Traveler, Jangan Lupa Punya “Arah Kiblat”



Berlibur dan berpetualang sudah menjadi sesuatu agenda wajib yang harus dilakukan oleh semua orang. Biasanya, kegiatan ini dilakukan ketika ada liburan ataupun akhir pekan. Bagi orang yang sudah berkeluarga, berlibur ke taman rekreasi keluarga menjadi satu yang menyenangkan. Sebagai contoh area tersebut adalah pantai, water boom, taman nasional, museum, sampai ke wisata alam lainnya. Semua wilayah di Indonesia bahkan sedang ramai-ramainya mempromosikan tempat wisata mereka, mulai dari wisata alam, wisata edukasi, sampai ke situs-situs peninggalan sejarah.

Lain halnya ketika seseorang masih single, bepergian menjadi hal yang begitu menggairahkan. Kenapa tidak? Bagi sebagian besar orang single, berpetualang dan berlibur sendirian ke suatu tempat akan membuat pikiran menjadi jernih kembali. Pada saat itu, mereka akan merasakan bagaimana dirinya begitu bebas setelah sekian lama terkekang dengan kehidupan yang penuh aturan dan tuntutan. Apalagi berlibur ke satu tempat yang baru pertama kali dikunjungi, pasti rasanya akan sangat nikmat.

Berkunjung ke tempat baru tentunya bukan hal yang mudah bagi sebagian orang. Sebagai contoh sholat, bagi wisatawan muslim, sholat tetap harus dijalankan dimanapun. Permasalahan muncul ketika mereka sedang berwisata ke suatu tempat yang tidak ada masjid, ataupun jauh dari masjid. Mau tidak mau mereka harus sholat di area tersebut. Kesusahan yang sering dialami adalah mereka tidak dapat menemukan arah kiblat. Oleh sebab itu, diperlukan panduan untuk menentukan arah kiblat yang pasti. Apa itu panduannya? Anda bisa menggunakan Arah Kiblat, sebuah software yang bisa membantu anda menemukan arah kiblat.

Arah Kiblat 1

Arah Kiblat atau juga dieja qiblat, merujuk kepada arah Kaabah yang menjadi titik arah sembahyang bagi orang Islam. Pada mulanya, kiblat mengarah ke Baitulmuqaddis atau kini Jerusalem, namun pada tahun 624M diganti menjadi mengarah ke Kaabah di Mekah. Kiblat merupakan perkataan Arab yang merujuk arah apabila seseorang Muslim solat. Asalnya, mengarah ke Baitulmuqaddis atau kini Jerusalem (dan dengan itu dikenali sebagai Pertama dari Dua Kiblat). Pada tahun 624M, semasa penghijrahan Nabi Muhammad SAW di Madinah, arah Kiblat ditukar ke arah Kaabah, dan kekal sehingga kini. Aplikasi Arah Kiblat ini sangat simple dan mudah di gunakan, cukup letakan smartphone/tablet anda di media datar, kemudian penunjuk akan menunjukan kepada anda arah yang tepat. Jika terjadi ketidak cocokan atau meragukan, kami sarankan untuk mengaktifkan fitur GPS guna mengetahui letak/posisi anda lebih tepat

images

Leave a Reply