Membandingkan Google Inbox, Microsoft Clutter dan IBM Verse



Dunia perangkat lunak Enterprise Email dan Kolaborasi di penghujung tahun 2014 di ramaikan dengan diluncurkankannya berbagai produk / fitur yang disebut jauh lebih baik dengan sistem email yang telah ada saat ini, sebut saja Google Inbox, Microsot Clutter dan IBM Verse. Para vendor pembuat software email ini, rame-rame menanamkan teknologi analitis di dalamnya.

Tujuannya adalah, mempermudah pengguna dalam mengelola email. Dengan adanya teknologi analitis ini, sistem dapat menyaring email yang penting atau email yang kurang penting sehingga pengguna akan mendapatkan email sesuai dengan prioritas yang telah ditentukan oleh sistem, dengan mempelajari kebiasaan pengguna.

Adalah IBM yang pertama kalinya menjanjikan memperkenalkan akan munculnya email sistem yang lebih pintar dari yang ada saat ini di ajang IBM Connect 2014 di Orlando pada bulan Januari 2014. Disusul kemudian dua vendor besar lainnya Google dan Microsoft seolah tidak mau ketinggalan mengumumkan fitur baru serupa dengan yang di janjikan oleh IBM pada awal tahun itu.

Bagaimana perbandingan antara tiga vendor besar ini dalam usaha mereka membuat penggunanya lebih produktif dalam mengelola email? Marilah kita simak satu-persatu.

GOOGLE INBOX

Merupakan produk terpisah dari Google Mail, saat tulisan ini di buat masih dalam versi BETA. Hanya orang-orang tertentu saja yang telah mendapat undangan untuk bisa mencicipi produk ini.

Google inbox tanpa di minta, mampu memisahkan email-email yang berbau promosi/ penawaran, email-email notifikasi dari sosial media ke dalam folder-folder yang telah ditentukan. Dari pengalaman saya, Google inbox mampu mengerjakan tugas ini dengan baik.

Yang saya herannya adalah, walaupun di perangkat Android saya sudah install Google+ dan Google Hangout, saya tidak melihat adanya integrasi ke aplikasi tersebut di dalam Google Inbox. Saya mencoba membuka email dan saya mencoba untuk melakukan “chat” dari sana dan tidak menemukan fungsi ini. Begitu juga dengan fungsi profile, saya harapkan saya dapat melihat profile Google+ dari sender/ pengirim, namun tidak ada fungsi untuk itu.

GOOGLE INBOX
PRO KONTRA
  • Tampilan yang rapi dan bersih
  • Email-email spam, promosi, notifikasi dari sosmed otomatis masuk ke folder tertentu tanpa perlu melakukan setting/config terlebih dahulu
  • Fitur “Snooze” cocok untuk tipe orang yang “tarsok – tarsok” πŸ˜€
  • Harus menggunakan chrome untuk akses web Google Inbox. Aneh, Google Kok kamu maksa sih?
  • Tidak ada fitur untuk pilih banyak/beberapa email untuk lakukan aksi “forward”. Aneh!
  • Tidak dapat melakukan chat/ lihat profile di dalam aplikasi Google Inbox
  • Email tidak bisa “blockquote”.
  • Kurang cocok untuk kalangan enterprise.

Saya melihat Google Inbox cocok digunakan untuk personal atau konsumer, untuk kalangan perusahaan/ enterprise, saya tidak melihat sesuatu yang “WOW” di sini. Melihat track-record Google dalam memperlakukan produk-produknya seperti Google Wave, Google Reader yang sudah almarhum/ tewas saat ini, bukan tidak mungkin, Google Inbox ini hanyalah produk uji coba.

Ketidak-seriusan Google dalam hal ini bisa di lihat dari pemberian namanya yang kurang kreatif. Bandingkan dengan produk-produk andalan Google lainnya yang diberi nama seperti Android, Jellybean, Kitkat, Penguin, Panda dan lain sebagainya. Ini kok namanya cuma “Inbox”, nama yang sangat generik πŸ˜€

MICROSOFT CLUTTER

Clutter bukanlah suatu produk baru, namun tidak lain adalah fitur baru di dalam Office 365. By default fitur ini dalam keadaan “disabled”, perlu beberapa langkah untuk menjadikannya aktif.

Saat diaktifkan, Fitur Clutter, akan mempelajari bagaimana pengguna memperlakukan email. Dan belakar dari kebiasaan ini, Clutter akan memisahkan email-email yang kurang penting ke dalam folder “Clutter”.

Clutter menggunakan teknologi Office Graph dalam melakukan pemilahan email secara automatis. Email yang penting akan tetap berada di folder INBOX, dan email yang kurang penting dilempar ke folder clutter. Jangan khawatir, email yang “terpuruk” di folder ini, tidak akan di hapus tanpa aksi dari penggunanya.

MICROSOFT CLUTTER
PRO KONTRA
  • Fungsi pelengkap di dalam Office 365, user tidak perlu belajar/ adapatasi dengan tampilan yang baru.
  • Belum tersedia untuk kalangan konsumer, hanya tersedia untuk kalangan enterprise.
  • fungsi masih sebatas “saringan” email, tidak ada indikator jumlah email yang perlu ditindak-lanjuti dengan segera.

Microsoft Clutter lumayan membantu, dapat mengurangi beban pengguna dalam melakukan seleksi email yang masuk ke Inbox.

IBM VERSE

Dengan tagline “a new way to work”, IBM VERSE mempunyai tampilan UI yang sama sekali ajaib baru. Bila kita sangat “familiar” dengan apapun email client yang pernah kita gunakan, di mana kita akan melihat folder “Inbox”, “sent” dan lain sebagainya di sisi kiri dan tampilan konten email di sisi kanan, alih-alih menggunakan tampilan yang seragam selama bertahun-tahun, IBM VERSE memilih untuk melakukan perubahan yang radikal dari sisi UI.

Kita akan melihat di sisi atas, Entah apa namanya, saya menyebutnya “People Bar”, People Bar menampilkan wajah-wajah orang-orang yang saat ini sedang ber-interaksi dengan kita. Ketika cursor ketika arahkan ke wajah yang bersangkutan, akan muncul options menu “People Bubble”, opsi ini memudahkan kita untuk melakukan fungsi chat, melihat profile-nya (Bisnis card) dan informasi lainnya. Di sini juga di lengkapi dengan jumlah email yang belum sempat kita baca dari orang ini.

Tampilan Dashboard yang rapih dan memukau, menampilkan email-email yang penting yang datang hari ini, hal-hal penting apa saya yang harus dikerjakan hari ini dan jadwal meeting yang akan berlangsung dalam waktu dekat

Pada tampilan IBM Verse, di bawah kita akan melihat timeline calendar. Dari sana dengan mudah kita bisa melihat jadwal apa yang akan berlangsung beberapa menit ke depan dan jadwal yang sedang terjadi saat ini.

IBM merancang sedemikian rupa sehingga hal-hal yang sangat penting saja yang akan muncul di layar depan/ dashboard. Memudahkan pengguna untuk mengatur/ mengelola email dengan jauh lebih baik di bandingkan sebelumnya.

IBM VERSE
PRO KONTRA
  • Tampilan Dashboard yang memukau.
  • Fungsi analitis yang sangat baik, sistem mampu “belajar” dan mengamati pengguna dalam memperlakukan email. Sistem dapat melihat email-email tertentu, dan membuat prioritas kepada penggunanya. Serasa memiliki sekretaris pribadi
  • Fungsi “sosial” seperti chat, bizcard, post to blog yang terintegrasi dengan sangat baik.
  • Fungsi Mute” sangat membantu untuk “menghilangkan” email-email yang tidak kita ingin lihat untuk sementara.
  • Timeline Calendar di bawah sangat membantu untuk kalangan yang sibuk agar tidak ketinggalan jadwal berikutnya,
  • Fungsi “Hierarchy-tree” sangat menawan, sangat membantu untuk melihat profile posisi/ jabatan/ rekan kerja berdasarkan struktur hirarki yang berlaku di perusahaan
  • Bagi sebagian user pengguna yang telah terbiasa dengan folder Inbox, sent, menggunakan VERSE akan merasakan canggung karena di sana tidak ada folder Inbox. Tampilan yang sama sekali baru. Namun ada pilihan untuk menggunakan tampilan lama seperti biasa.
  • Belum ada versi untuk consumer.

Untuk lebih jelasnya, silahkan simak video masing-masing produk dari ketiga vendor di atas.

Berikut tabel perbandingan Google Inbox, Microsoft Clutter dan IBM Verse:

  Google Inbox Microsoft Clutter IBM Verse
Penjelasan singkat Google Inbox merupakan email klien untuk Google Mail Microsoft Clutter adalah fitur optional di dalam Office 365 IBM Verse adalah suatu aplikasi berbasiskan HTML5 yang me-leverage IBM Notes Domino yang sudah sejak lama dikenal dan terbukti ampuh/ proven
First Announcement 31 Mar 2014 Jan 2014
Launching Date 22 Okt 2014 11 Nov 2014 18 Nov 2014
Cloud Ya. Ya. Ya.
Dukungan fitur file sharing Ya, menggunakan Google Drive Ya, menggunakan Microsoft One Drive Ya, menggunakan IBM Connections
Fitur tampilan chart struktur organisasi Tidak ada Tidak ada Tersedia
Dashboard Tidak ada Tidak ada Tersedia
Fitur chat terintegrasi Tidak ada Tersedia Tersedia
Profile People Tidak ada Tersedia Tersedia

Leave a Reply