Introduction to Biometrics



Narasumber : Dr. Stephen Elliott “Technology Leadership Generation”- Purdue University

Biometrics adalah bidang disiplin yang natural, dan semua latar belakang manusia dapat menggunakan teknologi ini. Biometrics dibedakan karena ada lingkungan penggunaan yang berbeda : Skala besar/luas di dalam program yang besar, seperti instansi/pemerintahan yang akan digunakan oleh banyak orang untuk mengecek hal-hal yang bersifat privasi tetapi digunakan untuk kepentingan public, untuk akses kontrol, dan biometrics yang digunakan untuk kepentingan pribadi, seperti password login pada laptop yang berguna untuk mengidentifikasi identitas pribadi pemilik laptop itu sendiri. Jadi, sistem biometrics bisa memaksimalkan performa sistem yang digunakan, dan performa orang yang menggunakan sistem itu.

Concepts of Identification

Berdasarkan Clarke (1996) Human identity is a delicate notion which requires consideration at the levels of philosophy and psychology. Human identification, on the level other hand, is a practical matter. In a variety of contexts, each of us needs to identify other individuals, in order to conduct a sonversation or transact business. Organization also seek to identify the individuals with whom they deal, variously to provide better service to them, and to protect their own interest. Jika diterjemahkan : Identitas manusia adalah gagasan rumit yang memerlukan pertimbangan di tingkat filsafat dan psikologi. Identifikasi manusia, di sisi lain tingkat, adalah masalah praktis. Dalam berbagai konteks, setiap manusia perlu mengidentifikasi individu lainnya, untuk melakukan sonversation atau transaksi bisnis. Organisasi juga membutuhkan biometrics untuk mengidentifikasi individu dengan siapa mereka berhadapan, dengan berbagai cara untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada mereka, dan untuk melindungi kepentingan mereka sendiri. Mengidentifikasi identitas manusia itu adalah hal yang simpel, tetapi di sisi lain, identitas manusia adalah gagasan yang sangat rumit dan memerlukan pertimbangan yang juga mengkombinasikan ilmu psikologi, dan filsafat. Dalam berbagai hal, manusia perlu mengidentifikasi identitas orang lain, terutama yang berhubungan langsung dengan dia. Dalam sebuah komunitas, identitas orang juga perlu dijaga, dilindungi, dan diidentifikasi dengan tepat, karena dengan ini, komunitas tersebut telah memberikan layanan terbaiknya terhadap kepentingan anggotanya sendiri.

Dalam mengidentifikasi orang, nama yang berbeda pun tidak cukup untuk mengetahui identitas mereka, menurut sumber yang sama, ada banyak cara untuk mengidentifikasi identitas seorang individu agar bisa diketahui dengan tepat. Yaitu melalui :

  1. Penampilan
  2. Bagaimana dia berinteraksi dengan orang (perilaku sosial)
  3. Nama, dan cara orang lain memanggilnya
  4. Pengetahuan, dan apa yang dia ketahui
  5. Keadaan orang itu sekarang, dan lain-lain.

Biometrics adalah metode yang secara otomatis bisa memberikan identifikasi yang tepat mengenai identitas seseorang, sehingga bisa memverifikasi atau mengidentifikasi identitas dari kehidupan seseorang dan berhubungan langsung dengan bio-dynamics dan natural physiography. Jika manusia hanya mengandalkan sistem verifikasi biasa, seperti token atau password, orang lain bisa mengidentifikasi identitas pemiliknya dengan sangat mudah karena password bisa dicuri, dishare, ataupun secara tidak sengaja hilang/jatuh ke tangan orang lain sehingga sistem yang menggunakan password tersebut bisa langsung diakses oleh orang lain yang seharusnya tidak memiliki kepentingan disana. Solusi tepat untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan bagian dari sistem biometrics yang lebih sulit untuk dicopy, dishare, ataupun ditransfer/dikirim ke orang lain. Jika diklasifikasikan, biometrics bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu yang berdasarkan fisik, dan yang berdasarkan perilaku. Biometrics yang berdasarkan fisik manusia menggunakan organ fisik manusia, seperti iris, retina, dll yang bisa langsung diidentifikasi. Sementara itu, biometrics yang menggunakan perilaku manusia menggunakan organ fisik manusia yang harus difungsikan, seperti tanda tangan, dan keystroke dynamics.

Biometrics History 101.

Measurement of humans / Pengukuran kemanusiaan di dunia kembali ke masa lampau. Pada masa lampau, banyak sekali kegiatan-kegiatan unik, seperti trading/transaksi, penyimpanan dokument yang legal dan unik, serta identifikasi identitas manusia dengan menggunakan cairan/palms atau jejak-jejak kaki. Untuk mengidentifikasi identitas seseorang, sejak tahun 1800an sampai 2000an, ada banyak perkembangan dan perubahan menuju yang lebih kompleks. Proses identifikasi identitas manusia berkembang pertama kali di US Army, Navy, dan Marine Corps untuk pertahanan di Negara-negara barat. Sejak 2000, ada banyak perkembangan dan model serta implementasi pengidentifikasian identitas manusia untuk perkembangan pertahanan/security. Berkembang sampai ke alat-alat/device pribadi yang akan memperkebal pertahanan pribadi agar tidak bisa dibobol dan disalahgunakan oleh orang lain.

Dalam biometrics, tentunya dibutuhkan data/sumber yang menjadi landasan dari setiap identifikasi yang dilakukan. Untuk mendapatkan itu, harus dilakukan pendataan. Jadi, data yang akan digunakan diperoleh dari individu, disimpan, dan dikumpulkan untuk data base sistem yang akan digunakan. Ketika proses identifikasi dilakukan, akan ada proses recognition, yaitu pencocokan hasil sensor biometrics dengan data yang telah dimasukkan di database sebelumnya.

General Biometric Model and Performance

Ketika seseorang akan melakukan verifikasi terhadap sebuah sistem yang telah disecurity dengan sebuah medel biometrics, maka seseorang itu harus melewati beberapa alur sistem untuk masuk ke dalam sistem ini. Alur yang terjadi ketika seseorang akan masuk ke dalam sistem tersbut juga berguna untuk mengidentifikasi apakah yang akan masuk ke sistem adalah pemilik sistem tersebut atau orang yang benar-benar secara legal masuk ke dalam sistem tersebut. Langkah yang pertama adalah sensor akan melakukan pengidentifikasian terhadap data yang telah dicapture. Selanjutnya, data yang telah masuk melalui sensor akan dicocokkan dengan enrollment database yang ada di dalam data storage. Ketika data inputan cocok dengan data yang ada dalam database, maka user yang akan menggunakan sistem tersebut telah teridentifikasi dan atau terverifikasi. Adapun data yang bisa diinputkan, diidentifikasi, dan diverifikasi dari data biometrics manusia adalah muka (face), fingerprint (chip), fingerprint (optical), tangan (hand), iris, vein (pembuluh darah), dan suara (voice).

Masing-masing object biometrics diatas memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Oleh karena itu, security/pengamanan dalam sebuah sistem yang menggunakan biometrics terklasifikasi menjadi dua bagian besar, yaitu high security dan low security. High sequrity adalah pengamanan yang sulit atau mungkin tidak bisa ditaklukkan oleh orang lain, dan biasanya data biometrics (data yang menggunakan identitas tubuh/fisik manusia) masuk dalam kategori ini. Sementara itu, low security adalah pengamanan sebuah sistem yang masih sangat mungkin ditaklukkan oleh orang lain. Sebagai contoh ketika orang menggunakan password untuk membuka sistem. Orang lain yang secara ilegal akan menggunakan sistem tersebut bisa membobol sistem pengamanan dengan cara mencoba sebanyak n kemungkinan password.

Dalam penelitian, ada juga beberapa faktor yang membuat hasil identifikasi dan verifikasi sebuah identitas manusia berbeda-beda, yaitu : usia, moisture, dan contact. Sebagai contoh, hasil identifikasi bisa berbeda ketka dibandingkan antara usia 22 tahun dan 81 tahun, dengan orang yang sama. Selain itu, dalam berbagai jenis sensor, ada contact yang menghasilkan hasil yang konsisten, dan juga contact yang menghasilkan hasil yang tidak konsisten. Selain itu ada faktor lain yang berasal dari luar/lingkungan sekitar yang mempengaruhi hasil identifikasi sebuah identitas manusia, antara lain :

  1. Time of day can impact illumination near windows
  2. Personal protective equipment
  3. Gloves, eye glasss, hats
  4. Cultural influence (head scarves, religious beliefs)
  5. Occupation (manual labor, working with abrasive materials,working wich chemicals)
  6. Habituation
  7. Environtment factor
  8. Device design (positioning for interaction)

Dalam perkembangan identifikasi biometric, ada kendala dan halangan juga ketika akan mencari identitas yang 100% benar. Permasalahan yang muncul adalah adanya error yang terdapat pada alat, design dari alat tersebut, dan hal-hal lain dari objek yang menghalangi, seperti variasi dan assesoris yang ada dalam bagian tubuh manusia.

Leave a Reply