Ello, Sosmed Teranyar yang Anti-Facebook



Muncul satu lagi sosial media baru di kancah dunia maya. Namun sosmed yang satu ini sangat berbeda. Jika sosmed-sosmed pada umumnya masih bisa bertautan dengan sosmed lan, tidak halnya dengan Ello. Ello digadang-gadang sebagai sosmed anti-Facebook. Meski tergolong baru, Ello kini sudah memiliki banyak pengguna. Menurut data yang diterima oleh si pembuatnya, setiap jamnya ada sekitar 31.000 permintaan dari para pengguna internet yang berminat untuk bergabung. Penasaran seperti apa sepak terjang sosmed baru ini? Berikut informasinya untuk Anda.

Awal mula Ello dibuat

Awalnya Ello hanya memiliki 90 pengguna. Kesembilan puluh pengguna ini tak lain adalah kawan-kawan Paul Budnitz, pembuat sosmed Ello. Budnitz lalu membuka akses sosmed buatannya ini untuk umum pada tanggal 7 Agustus 2014. Budnitz yang tinggal di Vernont, Amerika Serikat ini tak menyangka kini pengguna Ello membludak. Para pengguna menyebut Ello sebagai sosmed anti-Facebook. Mengapa? Karena  Budnitz menjamin tidak akan ada iklan yang muncul di akun Ello milik para penggunanya. Budnitz juga tidak akan membiarkan data-data para pemilik akun Ello ‘dijual’ pada pihak ketiga. Predikat ‘anti-Facebook’ yang melekat erat pada Ello pun disambut baik oleh Budnitz. Meski bukan dia yang mengarangnya, namun predikat ini adalah sebuah sanjungan untuk dirinya. Ia mengaku sangat senang para pengguna Ello tidak menyamakan Ello dengan sosmed lainnya termasuk Facebook. Ia juga berharap akan ada banyak lagi pengguna internet yang bergabung dengan para pemilik akun Ello lainnya.

Budnitz tidak menganggap Facebook sebagai pesaing terberatnya. Wajar saja, pengguna Facebook berjumlah jutaan orang. Meski begitu, dirinya sangat yakin bahwa Ello kelak menjadi sosmed yang populer seperti Facebook. Ia bahkan berharap Ello bisa mengungguli Facebook. Ia sangat optimis berkata demikian karena Facebook kini sama saja seperti platform iklan. Banyak penggunannya yang mengeluh banyaknya iklan yang muncul di beranda akun Facebook mereka. Budnitz menyebut sosmed buatannya sebagai jaringan tanpa iklan. Sosmed buatannya ini dapat menghasilkan dollar dengan cara menjual akses berbagai fitur yang ditawarkan pada para penggunanya. Ia menyamakan Ello seperti sebuah gerai applikasi (seperti app store). Berbagai jenis fitur menarik yang dibutuhkan oleh para pengguna Ello dapat membelinya melalui sosmed ini, ujarnya.

Para analis teknologi internet pesimis tentang kesuksesan Ello

Sayangnya munculnya Ello diklaim akan mendapatkan halangan, menurut para pakar teknologi internet. Seorang analis, James McQuivey, mengatakan bahwa iming-iming gratis yang banyak ditawarkan oleh banyak sosmed menjadi kunci sukses sosmed tersebut. Sebut saja Instagram, Whatsapp, hingga Pinterest begitu disukai oleh para penggunanya karena ketiga jaringan sosmed ini menawarkan layanan gratis.

Tentunya pengguna yang satu tidak akan merekomendasikan teman-temannya untuk menggunakan sebuah sosmed baru dengan syarat membayar atau membeli fitur terlebih dahulu. McQuivey menambahkan Ello tidak bisa begitu saja mengubah kebiasaan para pengguna yang sudah terbiasa menggunakan akun sosmed gratis. Mengomentari banyaknya iklan di jejaring sosial Facebook, McQuivey mengatakan bahwa sikap para pengguna Facebook mungkin tidak segresif yang Budnitz kira.  Budnitz mungkin mengira bahwa sema orang tidak menyukai iklan yang terpampang di halam beranda sebuah jejaring sosial, tambah McQuivey. Namun kenyataannya lain, tetap ada sejumlah pengguna yang menyukai iklan-iklan yang ada di beranda Facebooknya karena iklan-iklan tersebut memberikan apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Mereka bahkan sangat tidak kebertan dengan keberadaan iklan-iklan tersebut.

Ada yang menarik dari Ello. Banyak pengguna yang mengatakan bahwa Ello ternyata dapat diakses melalui Facebook.  Aneh, bukan? Yang jelas kini nama Ello melonjak drastis di kalangan pengguna internet. Ada yang mengatakan bahwa Ello menjadi populer karena ada kaitannya dengan kebijakan penggunaan nama asli para pengguna Facebook. Ada kabar yang mengatakan bahwa Facebook meminta para penggunanya untuk menggunakan nama asli para pengguna. Kebijakan ini kemudian menuai protes dari para pengguna Facebook. Protes banyak dilayangkan oleh kalangan tertentu seperti  gay, lesbian, dan biseksual, serta transgender. Mereka mengeluh jika kebijakan ini diberlakukan, mereka tidak bisa mengakses akun Facebook mereka karena mereka tidak menyertakan nama asli. Akibatnya, mereka kemudian beralih pada Ello. Dengan menggunakan Ello, mereka bebas menggunakan nama  apa saja yang mereka inginkan di akun Ello mereka.

Merespon isu ini Ello kemudian berkata bahwa sosmed/ jejaring sosilal bisa menjadi media pemberdayaan. Sosmed bukanlah media penipuan dan pemaksaan, melainkan media untuk menciptakan, menghubungkan, dan menikmati kehidupan. Para pengguna sosmed bukanlah produk. Pernyataan dari Ello ini sepertinya sebuah sindiran pedas untuk jejaring sosial Facebook.

Kembali ke pembahasan seputar Ello. Dilihat dari tampilannya, Ello memang cukup menarik. Tampilan Ello terkesan minimalis namun sepertinya tidak mudah digunakan. Budnitz mengatakan tampilan ini baru tampilan awal. Kemungkinan besar masih akan ada penambahan-penambahan fitur lain. Hebatnya, Ello mampu lolos dari serangan Distributed Denial of Service (DDoS) minggu lalu. Budnitz mengaku dirinya masih tahap belajar. Ia dibantu oleh beberapa anggota kru yang sanga paham dan menguasai berbagai permasalahan teknis.

Ada yang mengatakan juga bahwa tampilan Ello layaknya gabungan antara Tumblr dan Twitter. Hanya saja Ello baru memiliki beberapa buah fitur saja. Para pengguna Ello dapat meng-update status, mengunggah foto, mengunggah GIF, dan juga dapat menulis komentar di postingan temannya. Ello juga dilengkapi dengan alat pencari di bagian halaman beranda. Kabarnya, Budnitz dan kru teknisinya siap melengkapi Ello dengan serangkaian fitur terbaru seperti diantaranya adalah fitur apliaksi mobile dan fitur pengaturan privasi. Sayang, Bidnitz masih merahasiakan kapan fitur-fitur baru ini akan dirilis.

Banyak yang bertanya tentang apakah calon pengguna bisa mendaftar akun Ello secara langsung seperti halnya jejaring sosial yang lain? Jawabannya tidak karena Ello hingga saat ini masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan. Ditambah lagi Ello memiliki server yang belum mampu mengakomodasi jumlah pengguna yang terlalu banyak. Bagi Anda yang ingin memiliki akun Ello, Anda diminta mendaftar terlebih dahulu melalui email. Ello akan mengundang Anda menjadi bagian dari Ello jika sudah ada ruang yang tersedia. Cara lainnya yaitu Anda bisa meminta undangan pada teman Anda yang sudah terdaftar sebagai pengguna Ello.

Keunggulan-keunggulan Ello

Berikut terdapat keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh Ello.

  • Ello adalah jejaring sosial/ sosmed yang memiliki space bersih untuk berbagi momen/ cerita hidup penggunanya.
  • Ello merupakan sosmed/ jejaring sosial alternatif yang memiliki tampilan yang sangat berbeda.
  • Pembuat Ello adalah seorang desainer sekaligus seniman.
  • Ello benar-benar menajdi sosmed yang bebas iklan. Dijamin tidak akan ada satu pun iklan di halaman  beranda Ello.
  • Ello tidak ‘menjual’ data para penggunanya ke iklan. Berbeda dengan sosmed/ jejaring sosial lainnya yang meminta data diri para pengguna ketika pengguna membuat akun sosmed tersebut, satu-satunya data yang dikumpulkan oleh calon pengguna Ello adalah email saja, tidak data pribadi yang lain. Ello juga tidak menerapkan penulisan profil pengguna secara detail. Bahkan soal nama pun pengguna boleh menggunakan nama samaran, panggilan, bahkan anonimus.
  • Keenam, calon pengguna baru dapat menjadi pengguna baru jika ia telah mendapat undangan dari teman sesama pengguna Ello.

Leave a Reply